in ,

Ngeri! Pinjol Terdaftar OJK Bisa Akses Kamera, Mikrofon dan Lokasi

fintech terdaftar ojk akses kamera mikrofon dan lokasi
ilustrasi fintech. ©2018 thenextweb.com

Pedia.Jingga.net | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tetap membatasi akses data digital pribadi untuk fintech lending atau pinjaman online selama belum ada undang-undang (UU) perlindungan data pribadi yang bisa menjerat pelaku penyalahgunaan data ini.

OJK lebih memilih pemberian akses cukup pada fitur kamera, mikrofon, dan lokasi.

Ini juga yang membedakan antara fintech legal dan ilegal. Kalau ilegal pasti akan mengakses semua data pribadi nasabahya, sedangkan fintech legal hanya mengakses fitur kamera, lokasi, dan mikrofon ponsel atau gawai nasabahnya,” kata Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi, seperti dikutip dari Antara di Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Jangan Ketipu Lagi! Ini Ciri-ciri Pinjaman Online yang Aman & Terpercaya

Kami melihat bahwa kalau semua data digital pribadi bisa diakses dan belum ada UU yang bisa menjerat pelaku penyalahgunaan data ini, maka kami dari regulator khusus untuk fintech lending harus sangat mempertimbangkan mengenai relevansi peruntukkan data yang diakses oleh penyelenggara,” tambahnya.

OJK, kata dia, belum akan mengubah ketentuan yang mengatur fintech lending yang hanya bisa mengakses data tiga fitur.

Fitur yang dimaksud yakni kamera, mikrofon, dan lokasi di gawai nasabah peminjamnya sampai munculnya undang-undang perlindungan data pribadi.

Selama undang-undang ini belum ada, kami akan hentikan akses terhadap data pribadi di luar ketiga fitur tersebut. Tapi di sisi lain, sambil menunggu undang-undang tersebut hadir, kami mengajak Asosiasi Fintech Pendanaan, Badan Sandi dan Siber Negara serta Kemenkominfo untuk duduk bersama memikirkan langkah-langkah antisipasi yang memungkinkan dibukanya akses data pribadi sambil menunggu muncul undang-undang perlindungan data pribadi,” katanya.

Baca Juga: Sudah Tak Sanggup Bayar Utang Pinjaman Online? Lunasi dengan 3 Cara Mudah Ini

Sebelumnya, hingga awal tahun ini, Satgas OJK telah menghentikan dan mempublikasikan 635 entitas fintech lending yang beroperasi tanpa izin atau ilegal.

Kegiatan fintech lending ilegal ini sangat merugikan masyarakat, karena seolah-olah memberikan kemudahan.

Namun ternyata menjebak korbannya dengan bunga dan denda yang tinggi, jangka waktu yang singkat, menyalin daftar kontak yang kemudian dipergunakan untuk mengintimidasi atau meneror korbannya kalau tidak mau melunasi pinjamannya.


Artikel ini telah tayang di merdeka.com dengan judul “OJK: Fintech Terdaftar Hanya Minta Akses Kamera, Mikrofon dan Lokasi“.

ciri-ciri pinjaman online aman terpercaya

Jangan Ketipu Lagi! Ini Ciri-ciri Pinjaman Online yang Aman & Terpercaya

Cuma Modal Handphone dan KTP, Hitungan Menit Dana Udah di Tangan, Ini Caranya